Senin, 21 Maret 2022

Jawaban Quiz Pertemuan ke 2 Kelompok

 Assalamualaikum Wr.Wb Kami berkelompok ingin menampilkan jawab quiz kami ini untuk memenuhi tugas yg diberikan

Sekian dari kami Wassalamualaikum Wr. Wb









Kamis, 16 September 2021

 

PAN

(Personal Area Network)


A. Pengertian PAN

PAN adalah salah satu dari jenis jaringan yang paling terkecil dari jenis lainnya namun memiliki keunikan dibanding jenis jaringan lainnya dan PAN (Personal Area Network) sering diasosiasikan dengan beberapa jaringan yang bersifat device pribadi ataupun rumah, PAN koneksi bisa berupa Wired (Kabel) ataupun Nirkabel (Wireless) dalam bentuk Wired biasanya menggunakan metode USB atau FireWire sedangkan untuk Wireless menggunakan metode seperti Bluetooth,Wifi,IrDA dan Zigbee

Hal ini membuat PAN sangat mudah terhubung dengan jenis jaringan lain karena semua metode tersebut dapat digunakan untuk menyambungkan PAN dengan Network lain Seperti LAN maupun WAN

B. Fungsi dan Kegunaan 

Dalam dunia saat ini kemudahaan dalam pengoperasian sebuah alat menjadi salah satu tujuan inovasi diciptakan dan begitu pula jenis jaringan network PAN dihadirkan alasannya karena fungsi dan PAN adalah menghubungkan setiap perangkat yg digunakan dalam kehidupan sehari-hari via kabel maupun nirkabel sehingga pengguna (user) tidak perlu repot-repot dalam pengoperasiannya karena semua kendali akan terpusat ke user.

 
C. Jenis-Jenis PAN

Dalam Bab ini kita akan membahas jenis-jenis PAN dan terbagi menjadi 2 yaitu Wired dan Wireless, Pertama kita akan membahas wired PAN antara lain adalah USB dan Fireware:


1. USB


USB (Universal Serial Bus) adalah standar bus serial unuk perangkat terhubung dalam PAN wired yg menghubungkan
antara satu device ke device yg lain biasanya antara PC dengan device lain seperti mouse, keyboard, scanner (Pemindai Gambar), kamera, printer, dan hard disk .

Desain USB awalnya ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan ekspensi card ke BUS PCI dan memperbaiki kemampuan plug and play (pasang dan gunakan) dari yang sebelumnya yang membuat device dengan USB bisa menggunakan langsung tanpa harus mereboot device seperti PC ataupun konsol game dikarenakan sistem pada device akan langsung memroses device driver yang diperlukan untuk menjalankan device yg terhubung.

Sampat saat ini USB sudah berada dalam versi 3.1 gen 2:

 - USB 0.7 dirilis November 1994
 - USB 0.8 dirilis Desember 1994
 - USB 0.9 dirilis April 1995
 - USB 0.99 dirilis Agustus 1995
 - USB 1.0 dirilis Januari 1996
 - USB 2.0 dirilis April 2000
 - USB 3.0 dirilis November 2008
 - USB 3.1  dirilis Juli 2013

2. FireWare




FireWire adalah adalah merek dagang apple sekaligus nama yang paling populer untuk standar kabel data antar-muka berseri IEEE 1394 sony. memperkenalkan IEEE 1394 dengan nama i.Link Meski namanya berbeda-beda, ketiganya (FireWire, IEEE 1394dan i.Link) sama-sama menunjuk pada jenis kabel data yang mampu mengirim data dengan kecepatan sangat cepat, sampai pada rata-rata 400 megabit per detik (Mbps). FireWire diklaim sebagai saluran penghantar data yang paling cepat dan stabil diantara saluran lain seperti USB.


Lalu kita akan menjelaskan tentang wireless PAN seperti Bluetooth,Wifi,IrDA dan Zigbee:


1. Bluetooth




Bluetooth adalah standar teknologi nirkabel jarak pendek yang digunakan untuk pertukaran data antara perangkat tetap dan seluler jarak pendek menggunakan gelombang radio UHF di pita ISM, dari 2,402 GHz hingga 2,48 GHz, dan membangun jaringan area pribadi (PAN). 

Ini awalnya dipahami sebagai alternatif nirkabel untuk kabel data RS-232. Hal ini terutama digunakan sebagai alternatif untuk koneksi kabel, untuk bertukar file antara perangkat portabel terdekat dan menghubungkan ponsel dan pemutar musik dengan headphone nirkabel. Dalam mode yang paling banyak digunakan, daya transmisi dibatasi hingga 2,5 miliwatt, memberikan jangkauan yang sangat pendek hingga 10 meter (30 kaki).

Bluetooth dikelola oleh Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang memiliki lebih dari 35.000 perusahaan anggota di bidang telekomunikasi, komputasi, jaringan, dan elektronik konsumen. Bluetooth standar IEEE sebagai IEEE 802.15.1, tetapi tidak lagi mempertahankan standar. Bluetooth SIG mengawasi pengembangan spesifikasi, mengelola program kualifikasi, dan melindungi merek dagang pabrikan harus memenuhi standar Bluetooth SIG untuk memasarkannya sebagai perangkat Bluetooth.

Jaringan paten berlaku untuk teknologi, yang dilisensikan ke perangkat individu yang memenuhi syarat. Pada 2009, chip sirkuit terintegrasi Bluetooth mengirimkan sekitar 920 juta unit per tahun.

2. WIFI




WiFi adalah Jaringan Area Lokal ataupun Jaringan Are Personal  yang tidak memerlukan kabel dengan koneksi kecepatan yang tinggi. WiFi sering disebut juga dengan WLAN atau Wireless Local Area Network. Sinyal Radio adalah kunci yang memungkinan komunikasi dalam jaringan WiFi. Teknologi WiFi ini menggunakan dua frekuensi gelombang radio dalam mengirimkan dan menerima sinyal Radio. Kedua Frekuensi gelombang radio tersebut adalah Frekuensi 2,4GHz dan 5GHz.

Router menerima data dari internet akan menerjemahkannya menjadi Sinyal Radio yang kemudian ditransmisikan dari antena WiFi ke perangkat penerima WIFI seperti ponsel pintar dan laptop yang dilengkapi dengan rangkaian WiFi. Komputer atau ponsel pintar menerima sinyal WiFi ini akan segera membacanya dan menerjemahkannya menjadi data yang dapat dimengerti oleh perangkat-perangkat tersebut. Dengan demikian terjadilah koneksi diantara pengguna dan jaringan. Demikian pula dengan pengiriman informasi dari komputer atau ponsel, perangkat tersebut akan menerjemahkan data menjadi sinyal radio dan mentransmisikannya menggunakan antena. Router nirkabel menerima sinyal tersebut dan menerjemahkannya. Router kemudian mengirimkan informasi ke Internet menggunakan koneksi Ethernet kabel fisik

3. IrDA

Infrared Data Association (IrDA) adalah kelompok kepentingan berbasis industri yang didirikan pada tahun 1993 oleh sekitar 50 perusahaan. IrDA memberikan spesifikasi untuk satu set lengkap protokol untuk komunikasi inframerah nirkabel, dan nama "IrDA" juga mengacu pada set protokol tersebut. Alasan utama untuk menggunakan protokol IrDA adalah transfer data nirkabel melalui "satu meter terakhir" menggunakan prinsip point-and-shoot. Sehingga telah diimplementasikan pada perangkat portabel seperti telepon genggam, laptop, kamera, printer, dan alat kesehatan. Karakteristik utama dari jenis komunikasi optik nirkabel ini adalah transfer data yang aman secara fisik, line-of-sight (LOS) dan bit error rate (BER) yang sangat rendah yang membuatnya sangat efisien.




Infrared Data Association (IrDA) rangkaian protokol yang dirancang untuk menyediakan konektivitas nirkabel dan garis pandang antar perangkat. IrDA, sebagaimana tersedia di Microsoft Windows, menyediakan layanan inti yang serupa dengan yang diekspos oleh Transmission Control Protocol (bagian TCP dari TCP/IP). Seperti TCP, aplikasi pada perangkat yang berbeda dapat membuka beberapa koneksi IrDA yang andal untuk mengirim dan menerima data. IrDA juga merupakan organisasi yang menciptakan, mempromosikan, dan menstandardisasi teknologi IrDA

IrDA sangat cocok untuk jaringan nirkabel. IrDA dan Windows Sockets bekerja sama untuk mendukung
implementasi jaringan yg mudah digunakan seperti konfigurasi Point to Point Network

4. Zigbee




Zigbee adalah spesifikasi berbasis IEEE 802.15.4 untuk rangkaian protokol komunikasi tingkat tinggi yang digunakan untuk membuat jaringan area pribadi dengan radio digital kecil berdaya rendah, seperti untuk otomatisasi rumah, pengumpulan data perangkat medis, dan daya rendah lainnya. kebutuhan bandwidth rendah, dirancang untuk proyek skala kecil yang membutuhkan koneksi nirkabel. Oleh karena itu, Zigbee adalah jaringan ad hoc nirkabel berdaya rendah, kecepatan data rendah, dan jarak dekat (yaitu, Personal Area Network).

Teknologi yang ditentukan oleh spesifikasi Zigbee dimaksudkan agar lebih sederhana dan lebih murah daripada jaringan area pribadi nirkabel (WPAN) lainnya, seperti Bluetooth atau jaringan nirkabel yang lebih umum seperti Wi-Fi. Aplikasi termasuk sakelar lampu nirkabel, monitor energi rumah, sistem manajemen lalu lintas, dan peralatan konsumen dan industri lainnya yang memerlukan transfer data nirkabel jarak pendek dengan kecepatan rendah.

Konsumsi dayanya yang rendah membatasi jarak transmisi hingga 10–100 meter line-of-sight, tergantung pada output daya dan karakteristik lingkungan.

Perangkat Zigbee dapat mengirimkan data jarak jauh dengan melewatkan data melalui jaringan mesh perangkat perantara untuk menjangkau perangkat yang lebih jauh. Zigbee biasanya digunakan dalam aplikasi dengan kecepatan data rendah yang membutuhkan masa pakai baterai yang lama dan jaringan yang aman. (Jaringan Zigbee diamankan dengan kunci enkripsi simetris 128 bit.) Zigbee memiliki kecepatan yang ditentukan sebesar 250 kbit/dtk, paling cocok untuk transmisi data intermiten dari sensor atau perangkat input.

Zigbee dikandung pada tahun 1998, distandarisasi pada tahun 2003, dan direvisi pada tahun 2006. Namanya mengacu pada tarian goyangan lebah madu setelah mereka kembali ke sarang lebah.

Zigbee adalah standar jaringan mesh nirkabel berbiaya rendah, berdaya rendah, yang ditargetkan untuk perangkat bertenaga baterai dalam aplikasi kontrol dan pemantauan nirkabel. Zigbee memberikan komunikasi dengan latensi rendah. Chip Zigbee biasanya terintegrasi dengan radio dan dengan mikrokontroler. Zigbee beroperasi di pita radio industri, ilmiah, dan medis (ISM): 2,4 GHz di sebagian besar yurisdiksi di seluruh dunia; meskipun beberapa perangkat juga menggunakan 784 MHz di Cina, 868 MHz di Eropa dan 915 MHz di AS dan Australia, namun bahkan wilayah dan negara tersebut masih menggunakan 2,4 GHz untuk sebagian besar perangkat Zigbee komersial untuk digunakan di rumah. Kecepatan data bervariasi dari 20 kbit/dtk (pita 868 MHz) hingga 250 kbit/dtk (pita 2,4 GHz).

Zigbee dibangun di atas lapisan fisik dan kontrol akses media yang didefinisikan dalam standar IEEE 802.15.4 untuk jaringan area pribadi nirkabel (WPAN) tingkat rendah. Spesifikasi mencakup empat komponen kunci tambahan: lapisan jaringan, lapisan aplikasi, Objek Perangkat Zigbee (ZDO) dan objek aplikasi yang ditentukan pabrikan. ZDO bertanggung jawab atas beberapa tugas, termasuk melacak peran perangkat, mengelola permintaan untuk bergabung dengan jaringan, serta penemuan dan keamanan perangkat.

Lapisan jaringan Zigbee secara native mendukung jaringan bintang dan pohon, dan jaringan mesh generik. Setiap jaringan harus memiliki satu perangkat koordinator. Dalam jaringan bintang, koordinator harus menjadi simpul pusat. Baik pohon dan jerat memungkinkan penggunaan router Zigbee untuk memperluas komunikasi di tingkat jaringan. Fitur lain yang menentukan dari Zigbee adalah fasilitas untuk melakukan komunikasi yang aman, melindungi pembentukan dan pengangkutan kunci kriptografi, bingkai penyandian, dan perangkat pengontrol. Itu dibangun di atas kerangka keamanan dasar yang didefinisikan dalam IEEE 802.15.4.



Selasa, 23 Januari 2018

cara menghitung ip address

Selamat pagi semuahari ini kita kan mempelajari tentang cara menghitung ip address



Cara menghitung IP Address, Subnet mask dan Net ID


Konsep Subnetting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
CLASSOKTET PERTAMASUBNET MAS DEFAULTPRIVATE ADDRESS
A1-127255.0.0.010.0.0.0-10.255.255.255
B128-191255.255.0.0172.16.0.0-172.31.255.255
C192-223255.255.255.0192.168.0.0-192.168.255.255
Perhitungan Subnetting
Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
Host Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
Host Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
  1. 0.0.0
  2. 1.0.0
  1. 254.0.0
  2. 255.0.0
Host Pertama
  1. 0.0.1
  2. 1.0.1
  1. 254.0.1
  2. 255.0.1
Host Terakhir
  1. 0.255.254
  2. 1.255.254
  1. 254.255.254
  2. 255.255.254
Broadcast
  1. 0.255.255
  2. 1.255.255
  1. 254.255.255
  2. 255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

Jawaban Quiz Pertemuan ke 2 Kelompok

 Assalamualaikum Wr.Wb Kami berkelompok ingin menampilkan jawab quiz kami ini untuk memenuhi tugas yg diberikan Sekian dari kami Wassalamual...